Minggu, 29 Desember 2013

HUMAN INTEREST

HUMAN INTEREST


Human Interest - Memotret Kegiatan yang Menyenangkan
Manusia dan segala kehidupannya selalu menarik untuk dijadikan objek foto. Lebih-lebih lagi dalam momen yang menyentuh. Sebagian besar dari kita memiliki resistensi tinggi akibat oleh rasa malu, sungkan atau takut mengarahkan kamera ke manusia lain. Ada banyak cara dan teknik untuk mengatasinya agar kita dapat membuat foto-foto Human Interest yang menarik.

 Cara terbaik membuat foto-foto manusia adalah dengan pendekatan pribadi yang tulus. Misalnya melalui senyum, percakapan dan intetraksi lain untuk menciptakan keakraban dan rasa nyaman. Ketika sudah merasa diterima, barulah utarakan keinginan Anda untuk membuat foto mereka. Menurut sejumlah fotografer selama ini, dengan begitu hampir jarang orang yang menolak. Bahkan ketika orang itu disuruh untuk mengubah posisi, senyum atau melakukakegiatan yang sedang mereka lakukan.
Cairkan Suasana

DSC_0011.JPGSalah satu faktor sukses terpenting dalam pemotretan human interest adalah kemampuan si fotografer mencairkan suasana dan membaur dengan lingkungan yang akan difotonya. Untuk mencairkan suasana Anda bisa datang ke tengah mereka dengan maksud melihat saja dan bila perlu mengajak bercakap-cakap. Misalnya dengan mengajukan banyak pertanyaan relevan. Bila di pasar misalnya, tanyakan harga, penjualan, untung mereka, situasi sekarang, dan lain-lain hingga mereka merasa nyaman dengan Anda.
Setelah suasana cair, baru Anda bisa angkat kamera yang ingin dibidik dan senyum. Dengan teknik ini Anda dijamin selalu berhasil merekam foto-foto human interest yang hidup, dan yang tidak kalah pentingnya membuat banyak teman. Tentu saja agar Anda bisa bekerja dengan cepat, Anda harus mempersiapkan kamera Anda sebelumnya.

Rabu, 25 September 2013

Exposure

Exposure


Nikon D3100
DSC- 0380
F/13
1/640
Iso- 100
Lokasi : Pelabuhan larea-area kabupaten sinjai


Pembahasan     : pengertian dan unsure-unsur Exposure
Exposure / eksposur adalah jumlah cahaya paparan cahaya yang terima oleh sensor dalam kamera kita dalam suatu pemotretan. Jika paparan cahaya yang diterima terlalu banyak atau lama maka hasil foto menjadi terlalu terang / over exposure. Begitu sebaliknya, jika paparan cahaya yang diterima sensor terlalu sedikit atau cepat maka hasil foto menjadi terlalu gelap / under exposure. Hampir semua kamera digital saat ini sudah dilengkapi dengan pengukur cahaya yang akan mengatur paparan cahaya / eksposur / exposure secara otomatis untuk memperoleh hasil yang optimal.
Kebanyakan dari kita sering mengandalkan eksposur otomatis yang sudah terdapat pada kamera kita. Padahal, jika kita tahu bagaimana mengontrol eksposur tersebut, justru kita bisa mendapatkan foto-foto yang lebih kreatif dan kadang-kadang malah lebih baik.
Dalam menentukan eksposur, ada dua macam kontrol utama yang terlibat. Pertama adalah kecepatan bukaan rana / shutter speed yang berfungsi sebagai penentu lamanya waktu sensor terkena cahaya, dan yang kedua adalah besarnya bukaan rana / aperture yang menentukan besar kecilnya lubang rana tersebut terbuka. Kombinasi kedua kontrol tersebut yang menentukan hasil eksposur. Kecepatan bukaan rana diukur dalam detik, hanya saja notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya 1/2000 detik (sangat cepat) atau 8 detik (sangat lambat). Sedangkan besar bukaan rana diukur dalam f/number. Misalnya f/1.8 (aperture besar) atau f/22 (aperture sangat kecil).