Jumat, 03 Januari 2014

sudut pengambilan gambar


sudut pengambilan gambar

·     High angle adalah sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
·     Low angle adalah sudut Pengambilan gambar diambil dari bawah objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.


Sumber  : Rizky Sopiyandi (Rizqisme_89)

Rule of Third



 Komposisi Rule of Third ( keseimbangan gambar yang kita buat )
Jika menggunakan Rull of Third arah yang berlawanan, jika objek  berada dikiri maka Rull of Third diletakkan dikanan begitu pun sebaliknya.
 Inti dari Rule of Third adalah garis bantu untuk membagi frame foto     menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan menarik dua garis sejajar secara horizontal dan dua garis sejajar secara vertical.
           Rule of Third adalah komposisi yang cukup sederhana namun  mampu menghasilkan foto yang cukup menarik. Rule of Third sebenarnya untuk menghindari komposisi simetris yang terkesan membosankan.

teknik pengambilan gambar


Sumber : Copyright (c) 2008- PasarKreasi.com. All rights reserved. Please read our disclaimer & privacy policy.
              Ervan nuari april 2012,,Eral Photography
                  

Teknik pengambilan gambar

Pembahasan : Teknik atau cara pengambilan gambar sangat bervariasi yaitu :
·  High speed (kecepatan tinggi) yaitu teknik pengambilan gambar dengan cara mengarahkan kamera pada suatu objek yang bergerak. High speed menghasilkan gambar yang bergerak menjadi beku.
·  Low speed (kecepatan sedang) yaitu teknik pengambilan gambar dengan cara mengarahkan kamera pada satu objek yang bergerak atau menggerakkan  langsung kamera. Low speed menghasilkan gambar seperti bayangan yang kurang jelas.
·  Ruang tajam luas yaitu teknik pengambilan gambar dengan mengarahkan pada suatu objek dengan memperjelas objek dan latar belakangnya.
·  Ruang tajam sempit yaitu teknik pengambilan gambar dengan mengarahkan kamera pada suatu objek yang akan di foto. Hasil gambar dari teknik ini yaitu  objek terlihat jelas, tapi latar belakangnya tidak jelas atau blur.




DOF


Blog     : Nursinahfarida@gmail.com
Judul   : DOF( depth of  field)
Pembahasan : Pengertian DOF

Dalam optik , khususnya yang berhubungan dengan film dan fotografi , Depth of field (DOF) adalah jarak antara benda terdekat dan terjauh dalam sebuah adegan yang muncul dapat diterima tajam dalam foto. Meskipun lensa justru bisa
fokus yang lebih besar, mengurangi DOF; penurunan meningkatkan perbesaran DOF. Untuk pembesaran subjek diberikan, meningkatkan fnomor (mengurangi diameter aperture) meningkatkan DOF; penurunan f nomor menurun fokus hanya pada satu jarak pada suatu waktu, penurunan ketajaman secara bertahap di setiap sisi jarak fokus, sehingga dalam DOF, unsharpness ini tidak terlihat dalam kondisi tampilan normal.
Dalam beberapa kasus, mungkin diinginkan untuk memiliki seluruh gambar yang tajam, dan DOF besar adalah tepat. Dalam kasus lain, sebuah DOF kecil mungkin lebih efektif, menekankan subjek sementara de-menekankan latar depan dan latar belakang. Dalam sinematografi , sebuah DOF besar sering disebut fokus mendalam , dan DOF kecil ini sering disebut fokus dangkal .
The DOF ditentukan oleh-untuk-subjek jarak kamera, lensa panjang fokus , lensa f -nomor , dan ukuran format atau lingkaran kebingungan kriteria.
Untuk ukuran format yang diberikan, pada jarak subjek moderat, DOF adalah sekitar ditentukan oleh subjek pembesaran dan lensa f -angka. Untuk diberikan f nomor, meningkatkan perbesaran, baik dengan mendekatkan diri ke subyek atau menggunakan lensa panjang -DOF.
Ketika "gambar yang sama" diambil dalam dua ukuran format yang berbeda dari jarak yang sama pada saat yang sama f nomor-dengan lensa yang memberikan sudut pandang yang sama, dan gambar akhir (misalnya, dalam cetakan, atau pada layar proyeksi atau elektronik layar) adalah ukuran yang sama, format yang lebih kecil mempunyai DOF yang lebih besar.
Banyak kecil-format digital SLR sistem kamera memungkinkan menggunakan banyak lensa yang sama pada kedua frame-penuh dan "format dipotong" kamera. Jika jarak subjek disesuaikan untuk memberikan bidang yang sama pandang pada subjek, pada saat yang sama f nomor-dan-image ukuran akhir, format lebih kecil telah lebih besar DOF, seperti dengan gambar yang sama "perbandingan" di atas. Jika gambar yang diambil dari jarak yang sama dengan yang sama f -nomor, dan gambar terakhir adalah ukuran yang sama, format lebih kecil memiliki kurang DOF. Jika gambar yang diambil dari jarak subjek yang sama diberikan pembesaran yang sama , kedua gambar akhir akan memiliki sama DOF. Gambar akhir akan, tentu saja, memiliki ukuran yang berbeda.
Cropping dan memperbesar gambar ke ukuran yang sama akhir gambar sebagai gambar uncropped diambil di bawah kondisi yang sama setara dengan menggunakan format yang lebih kecil di bawah kondisi yang sama, sehingga foto yang dipotong memiliki kurang DOF.
Ketika fokus diset ke jarak hyperfocal , yang DOF memanjang dari setengah jarak hyperfocal hingga tak terbatas, dan DOF merupakan yang terbesar mungkin untuk diberikan f nomor.
Munculnya teknologi digital dalam fotografi telah menyediakan sarana tambahan mengendalikan tingkat ketajaman gambar, beberapa metode memungkinkan diperpanjang DOF yang akan mungkin dengan teknik tradisional, dan beberapa memungkinkan DOF akan ditentukan setelah foto dibuat.








Minggu, 29 Desember 2013

HUMAN INTEREST

HUMAN INTEREST


Human Interest - Memotret Kegiatan yang Menyenangkan
Manusia dan segala kehidupannya selalu menarik untuk dijadikan objek foto. Lebih-lebih lagi dalam momen yang menyentuh. Sebagian besar dari kita memiliki resistensi tinggi akibat oleh rasa malu, sungkan atau takut mengarahkan kamera ke manusia lain. Ada banyak cara dan teknik untuk mengatasinya agar kita dapat membuat foto-foto Human Interest yang menarik.

 Cara terbaik membuat foto-foto manusia adalah dengan pendekatan pribadi yang tulus. Misalnya melalui senyum, percakapan dan intetraksi lain untuk menciptakan keakraban dan rasa nyaman. Ketika sudah merasa diterima, barulah utarakan keinginan Anda untuk membuat foto mereka. Menurut sejumlah fotografer selama ini, dengan begitu hampir jarang orang yang menolak. Bahkan ketika orang itu disuruh untuk mengubah posisi, senyum atau melakukakegiatan yang sedang mereka lakukan.
Cairkan Suasana

DSC_0011.JPGSalah satu faktor sukses terpenting dalam pemotretan human interest adalah kemampuan si fotografer mencairkan suasana dan membaur dengan lingkungan yang akan difotonya. Untuk mencairkan suasana Anda bisa datang ke tengah mereka dengan maksud melihat saja dan bila perlu mengajak bercakap-cakap. Misalnya dengan mengajukan banyak pertanyaan relevan. Bila di pasar misalnya, tanyakan harga, penjualan, untung mereka, situasi sekarang, dan lain-lain hingga mereka merasa nyaman dengan Anda.
Setelah suasana cair, baru Anda bisa angkat kamera yang ingin dibidik dan senyum. Dengan teknik ini Anda dijamin selalu berhasil merekam foto-foto human interest yang hidup, dan yang tidak kalah pentingnya membuat banyak teman. Tentu saja agar Anda bisa bekerja dengan cepat, Anda harus mempersiapkan kamera Anda sebelumnya.

Rabu, 25 September 2013

Exposure

Exposure


Nikon D3100
DSC- 0380
F/13
1/640
Iso- 100
Lokasi : Pelabuhan larea-area kabupaten sinjai


Pembahasan     : pengertian dan unsure-unsur Exposure
Exposure / eksposur adalah jumlah cahaya paparan cahaya yang terima oleh sensor dalam kamera kita dalam suatu pemotretan. Jika paparan cahaya yang diterima terlalu banyak atau lama maka hasil foto menjadi terlalu terang / over exposure. Begitu sebaliknya, jika paparan cahaya yang diterima sensor terlalu sedikit atau cepat maka hasil foto menjadi terlalu gelap / under exposure. Hampir semua kamera digital saat ini sudah dilengkapi dengan pengukur cahaya yang akan mengatur paparan cahaya / eksposur / exposure secara otomatis untuk memperoleh hasil yang optimal.
Kebanyakan dari kita sering mengandalkan eksposur otomatis yang sudah terdapat pada kamera kita. Padahal, jika kita tahu bagaimana mengontrol eksposur tersebut, justru kita bisa mendapatkan foto-foto yang lebih kreatif dan kadang-kadang malah lebih baik.
Dalam menentukan eksposur, ada dua macam kontrol utama yang terlibat. Pertama adalah kecepatan bukaan rana / shutter speed yang berfungsi sebagai penentu lamanya waktu sensor terkena cahaya, dan yang kedua adalah besarnya bukaan rana / aperture yang menentukan besar kecilnya lubang rana tersebut terbuka. Kombinasi kedua kontrol tersebut yang menentukan hasil eksposur. Kecepatan bukaan rana diukur dalam detik, hanya saja notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya 1/2000 detik (sangat cepat) atau 8 detik (sangat lambat). Sedangkan besar bukaan rana diukur dalam f/number. Misalnya f/1.8 (aperture besar) atau f/22 (aperture sangat kecil).